YOGYA (KRjogja.com) – Tiga ruas jalan di Kota Yogyakarta tidak lama lagi akan ditetapkan menjadi satu arah. Salah satunya sudah diujicobakan sejak Desember 2015, yakni Jalan Lempuyangan, sedang dua ruas jalan lainnya berada di sisi selatan Yogya yakni Jalan Prawirotaman dan Jalan Tirtodipuran.

Secara resmi, penerapan jalur searah tersebut akan dilakukan pada 1 Maret 2016 mendatang seiring pemasangan rambu secara permanen. “Kajian dan evaluasi sudah kami lakukan sejak lama. Bahkan di kawasan Prawirotaman, masyarakat termasuk pelaku di sana menghendaki untuk segera diberlakukan satu arah,” terang Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Golkari Made Yulianto, Senin (15/02/2016).

Persiapan yang dilakukan saat ini ialah melakukan finalisasi di tiap pengampu wilayah. Seperti di Kecamatan Danurejan sebagai pengampu Jalan Lempuyangan, Kecamatan Mergangsan untuk Jalan Prawirotaman dan Kecamatan Mantrijeron untuk Jalan Tirtodipuran. Selanjutnya pekan depan diagendakan sosialisasi kepada masyarakat setempat.

Khusus di Jalan Lempuyangan, diakuinya sudah dua bulan masuk proses ujicoba satu arah dari barat ke timur. Namun meski di sisi timur sudah dipasang rambu larangan masuk ke barat, namun ada sejumlah kendaraan roda dua yang nekat menerobos. “Kalau selama ujicoba sifatnya masih berupa imbauan. Kemudian satu bulan setelah rambu permanen dipasang, maka pihak kepolisian berhak memberikan sanksi bagi pelanggar,” imbuh Golkari.

Sedangkan penerapan jalan searah di Jalan Prawirotaman dan Jalan Tirtodipuran, tujuan utamanya untuk mengurai kepadatan yang terjadi di Jalan Parangtritis. Oleh karena itu Jalan Prawirotaman dijadikan searah ke timur menuju Jalan Sisingamangaraja, dan Jalan Tirtodipuran khusus ke barat menuju Jalan DI Panjaitan.

Berdasarkan hasil studi dan kajian yang sudah dilakukan tahun lalu, penerapan searah di Jalan Prawirotaman dan Jalan Tirtodipuran memiliki dampak positif dari sisi kelancaran lalu lintas. Kendati Jalan Sisingamangaraja dan Jalan DI Panjaitan akan mendapat limpahan arus kendaraan, namun bisa langsung terurai. “Lebar jalan di kedua ruas jalan itu kan cukup sempit. Apalagi banyak aktivitas wisatawan di sana. Sehingga penerapan jalan searah sudah menjadi kebutuhan,” tandasnya. (Dhi)

Sumber : Klik

Share This

Share This

Share this post with your friends!